14 January 2014

Banjir Jakarta 13 Januari


Mulai malam itu, malam minggu, 11 Januari 2013 terjadi hujan lebat yang ternyata menjadi awal rentetan hujan selama 2 hari. Akibatnya, 13 Januari 2014 terjadi Banjir di wilayah Jakarta. Musibah tersebut menimpa beberapa rumah warga warga di daerah Bidara Cina dan juga Jalan Otista Raya. Banjir di Jakarta ini terjadi di beberapa wilayah di Jakarta, namun yang saya tahu di cuman yang dekat kampus aja, daerah lain saya gak tahu karena gak ada TV :D

Sore itu (11-01-14) saya di-sms kakak pembimbing kelompok biroma (bimbingan rohani mahasiswa) untuk ngumpul biroma mingguan, kali itu ba'da maghrib. Saya memutuskan untuk sholat maghrib bukan di masjid langganan, tetapi di masjid kampus, agar setelah sholat langsung nyebrang jalan ke tempat tujuan. Jam 18.00 semua sudah siap, pake baju muslim, pake tas, bawa form evaluasi kehadiran, keluar dari kosan. Di tengah perjalanan (belum sampai masjid) tiba tiba hujan turun (jam 18.10). Saya balik lagi ke kosan untuk mengambil payung, dengan setengah lari. Kemudian kembali lagi sehingga sampai di masjid kampus dengan celana yang agak basah. Masbuq 1 raka'at. Selesai sholat, hujan berubah menjadi gerimis. Saya lalu keluar dari kampus, dan berdiri di pinggir jalan. Saya menunggu lampu lalu lintas pertigaan jalan otista itu berganti warna merah untuk menyebrang. Sambil menunggu, masih memakai payung, kakak itu sms, ngumpul biroma dibatalkan karena cuaca tidak mendukung. Yaaah padahal sudah sejauh ini, tapi gapapa daripada gak nyaman karena pakaian agak basah. Akhirnya saya kembali pulang, tetapi mampir dulu di minimarket. Tidak lupa juga mengambil foto malam saat hujan (Jam 19.10)

Hujan 11-01-14 menjadi awal hujan 2 hari yang membuat banjir sebagian wilayah Jakarta

Senin 13 Januari 2014 dini hari jam 2, ada pengeras suara yang intinya berbunyi, bagi warga yang kebanjiran, bisa mengungsi di SDN 01 Bidara Cina. (Awalnya gak tahu bunyinya begitu, karena gk tahu kalo ada banjir). Pagi hari ada kuliah sesi 1 dan 2. sesampainya di kampus, ternyata dosen membatalkan (pending) jadwal kuliah dikarenakan: banjir, jalan susah dilewati. Akhirnya saya pulang dan terkejut karena melihat ada genangan air di jalan otista raya ruas kiri menuju kampung melayu (baru sadar ternyata ada banjir, tadi berangkatnya gak lihat karena ada di belakang). Jalan tinggal satu ruas yang dipakai 2 arah, dan pastinya macet dong. Kemudian saya berburu foto (maklum, gak pernah ngelihat banjir secara langsung). Foto dari atas jembatan halte busway bidara cina (Jam 10.10).

Ruas lain Jl Otista yang masih bisa dilewati.
Foto menghadap utara (yg kiri ada air)
Banjir menggenangi ruas kiri Jl Otista menuju Kampung Melayu


















Alhasil ternyata PDA (pakaian dinas akademik) yang saya kenakan kena sedikit kotor (baru sadar pas sudah di kosan) (gapapa, kan punya 2 stel :D). Setelah nge-foto jalan otista, kini giliran daerah pemukiman tempat saya berada, kebon sayur. Akhirnya sampai di kosanku ini

Kosanku di Pasar Kebon Sayur, Bidara Cina (di lantai 2-nya toko mainan "Brenda")
Sampai di depan kosan, bukannya pulang malah jalan terus sampai bawah dan ketemulah dengan banjir itu. Yaah ternyata masjid langgananku kena banjir juga setinggi mata kaki.

Masjid terkena banjir, ayo cari tulisan "Masjid" pada gambar di atas!"

Setelah itu saya pulang. Eh kok kalo belum basah belum puas ya? Lalu saya ganti PDA dengan baju bebas dan kembali ke titik banjir di jalan otisa raya. Berburu Foto sampai kaki terendam setinggi lutut, dan celana basah (jam 11-12). Gapapa, aku gak sendirian, ternyata banyak juga orang lain yang mengabadikan momen ini :D
Foto menghadap ke selatan (yang kanan ada air). eh, kameramen yg punya DSLR kefoto juga :D

Mobil TVRI parkir di Jalan yang kosong, karena kendaraan dialihkan ke ruas jalan sebelahnya
Air mulai "menyebrang" ke ruas jalan sebelahnya. Anak - anak asyik bermain. Kendaraan sulit melewati jalan.
Perahu dari Kepolisian ikut membantu mengevakuasi korban banjir.

Saya pulang, sholat dzuhur di kosan, dan berencana mengambil foto lagi, kali ini dari atap gedung 2 yang berlantai 6 di Kampus STIS. Untuk memasuki kampus, saya mengenakan PDA lagi (ganti yang baru, yg tadi kan kotor). Naik Lift di Gedung 2 sampai ke Lantai 6, kemudian disambung tangga sampai ke atap. wee baru pertama kali aku ke sini. Terlihat Gedung-Gedung Tinggi di Jakarta Pusat sana. ooh ternyata bagian jalan otista yang terendam antara halte busway bidara cina dan terminal kampung melayu, sedangkan jalan raya di kampung melayu gak kena banjir. Dari atas banjirnya gak kelihatan karena tertutup rumah yang padat, hanya terlihat Sungai Ciliwung yang sedang meluap.

Kemudian saya mengambil foto sungai yang lokasinya di belakang kampus tersebut, foto pertigaan yang ada di sisi kanan kampus, dan foti jalan raya depan kampus yang kering (Jam 14.10).

Sungai Ciliwung sedang meluap. Foto mengarah ke barat
Keadaan Jalan Otista Raya di depan kampus. Kanan adalah Masjid Kampus, tengah Pos Satpam,
kiri Gedung 1 yang  sedikit terlihat
Pertigaan di Sisi Kanan Kampus

Saya turun dari gedung dan kembali ke atas jembatan halte bidara cina dan bertemu teman-teman yang juga lagi melihat banjir dari atas (masih pake PDA juga). Eeh kok banjirnya makin besar ya?. Saya foto lagi dari atas (jam 14.32)

Banjir semakin naik karena air sudah semakin "menyebrang" ruas jalan dari kiri ke kanan
Kendaraan yang lewat juga lebih sepi, malahan jalan raya penuh dengan orang yang menonton banjir, tempat berenang gratis bagi anak anak, lokasi berjualan baru bagi pedagang kaki lima, parkir mobilnya media masa, mobil polisi, pemadam kebakaran, ambulan, dan tenda posko banjir. Ada dokar juga, mungkin ada yang mau jalan-jalan naik dokar sambil menyusuri air?

Dokar ada di bawah Jembatan Halte mencari penumpang

Setelah itu saya pulang, ganti celana panjang hitam yang basah dengan celana pendek, berniat mau menelusuri banjir derah pemukiman di bawah. Oh ternyata banjir di masjid sudah surut (15.00).

Sedang membersihkan air banjir dari masjid


Saya jalan terus menyusuri air di lorong2 sempit diantara rumah-rumah yang terendam. Ada yang sedang bersih bersih, tetapi ada juga yang masih ditinggal mengungsi karena masih tinggi, seperti yang dibawah ini.



Turut berduka cita untuk yang terkena banjir. Sekian.. semoga musibah ini menjadi pelajaran buat kita semua, bahwa Jakarta perlu dibenahi. Sungai perlu dinormalisasikan, dan irigasi perlu dibenahi. Buktinya bahwa irigasi sudah tidak beres adalah, pada malam hari, jalan raya masih tergenang di satu sisi, padahal sisi yang lain sudah kering karena banjir telah surut.

 Banjir siang tadi arah datangnya air dari kiri jalan, dari sungai

No comments:

Post a Comment