28 October 2013

Google Street View Terancam di Brazil


RIO DE JANEIRO – Otoritas Brasil merasa terusik dengan kehadiran mobil Google Street View di negaranya. Pemerintah setempat menuduh raksasa mesin pencari itu sedang mengumpulkan data tentang warga melalui layanan pemetaan miliknya.

Pihak Brasil mengancam Google untuk memberi penjelasan terkait aktivitas yang dilakukannya selama berada di Negeri Samba,  paling lambat sampai esok hari. Apabila mengabaikannya, pengadilan Brasil akan menjatuhkan denda senilai USD43 ribu sekira Rp490 juta (kurs Rp11.407 per USD) per hari.

Disadur Softpedia, Sabtu (9/11/2013) Brazilian Institute of Computer Policy and Rights kembali membuka penyelidikan terhadap Google Street View pada Juni lalu. Mereka menuduh bahwa layanan Google itu secara diam-diam menghimpun data penting melalui jaringan nirkabel. 

Menurut pihak pemerintah Brasil, Google diduga melakukan praktik penyadapan. Raksasa piranti lunak itu sendiri memiliki rekam jejak terkait kasus penyadapan data di 30 negara dengan melibatkan layanannya. Meskipun, Google membantah tuduhan tersebut. 

 “Perusahaan Amerika telah menyadap data komunikasi elektronik, email, password, foto, dan data pribadi orang yang tinggal di kota-kota yang kendaraan Google lintasi,” kata juru bicara lembaga di Brasil. (amr)

Sumber  : http://techno.okezone.com/read/2013/11/09/55/894266/google-street-view-terancam-di-brasil
Nama    : Hamas Fautaqi Billah
NIM        : 13.7642
Kelas    : 1J STIS Angkatan 55

21 October 2013

Hacker Indonesia Menyerang Australia


Merdeka.com - Hacker nasional, menunjukkan keberaniannya dalam menghadapi isu adanya kegiatan penyadapan yang dilancarkan Pemerintah Australia. Tanpa dikoordinasi, tiba-tiba saja hacker Indonesia menghujani dunia maya Australia dengan berbagai serangan deface.
Hal ini pun sempat menjadi tajuk utama di beberapa situs berita besar dunia lainnya. Memang, sebagai negara dengan sumber serangan cyber terbesar di dunia, Indonesia terbilang disegani dalam dunia peretasan.
Tak pelak, ancaman akan adanya serangan balasan dari hacker Australia pun mulai ditakutkan. Jika hal ini benar terjadi, maka perang dunia maya antara dua negara bertetangga ini tak dapat dielakkan.
Serangan hacker, kata pengamat telematika Heru Sutiadi, perlu diwaspadai terjadinya serangan balik ke situs-situs Indonesia. "Kita harus waspada menjaga keamanan situs, terutama situs-situs pemerintah dan militer. Bukan tidak mungkin akan ada serangan balik, yang muaranya dapat terjadi perang cyber atau cyber war," pesan Heru.

Berawal dari pemberitaan di koran Australia
Merdeka.com - Kamis, 31 Oktober 2013, harian Australia, Sydney Morning Herald, mengulas keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Australia di Jakarta dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Hal ini pun mengagetkan karena ada nama Indonesia di dalamnya.
Kementerian Luar Negeri Indonesia pun tak tinggal diam. ?Kementrian yang dipimpin Marty Natalegawa ini langsung menuntut penjelasan dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta mengenai hal tersebut.
"Duta besar Australia di Jakarta telah diminta datang ke Kementerian Luar Negeri besok untuk dimintai penjelasan resmi dari pemerintah Australia terhadap berita yang dimaksud," seperti dilansir dari siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kamis (31/10).

Mulai menyulut kemarahan hacker Indonesia
Merdeka.com - Atas alasan itu lah, hacker dari Indonesia yang menamakan dirinya hacker sakit hati dan Newbie xCrotz menyerang lima website asal Australia.
Website tersebut adalah http://www.misshumanityaustralia.com.au/, http://australianprovidores.com.au/, http://www.ecoislandwater.com.au/, http://plapackaging.com.au/, dan http://bioecof1foodware.com.au/.
Pada halaman muka http://www.misshumanityaustralia.com.au/, langsung tampil gambar seorang wanita bermata seram berambut merah panjang berlatar petir dan awan.
Penyusup tersebut yang menamakan dirinya hacker sakit hati, dan di bawahnya tertulis "Dont Touch my country INDONESIA, Stop Spying On Indonesian, your dog b*tch dog really, YOU MOTHER F****R !!!"
Sedangkan bila membuka http://australianprovidores.com.au/, terdapat gambar mata yang mengintip dari lubang kunci, dan di bawahnya terdapat tulisan "Stop Spying On Indonesian", hacker tersebut menamakan dirinya Indonesian Hacker Newbie dan menyematkan juga alamat email xCrotz@hacker-newbie.org.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/5-cerita-seru-perang-cyber-indonesia-vs-australia.html
Nama    : Hamas Fautaqi Billah
NIM       : 13.7642
Kelas    : 1J STIS Angkatan 55